BRMP Penerapan Gelar Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Klinik Modernisasi Pertanian ICARE
Bogor, 22 Agustus 2025 – Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan) menggelar kegiatan Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP). KMP merupakan salah satu bagian dari implementasi projyek _Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment_ (ICARE).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bisbul BRMP Penerapan ini dihadiri Tim World Bank, PMU ICARE, PIU BRMP Penerapan serta perwakilan UK/UPT BRMP pelaksana KMP. Acara dibuka langsung oleh Ahmadi, S.P., M.Si. selaku Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Kepala BRMP Penerapan. Ahmadi menekankan pentingnya peran penyuluh lapangan dalam mendukung keberhasilan KMP. Sosialisasi ini bertujuan menyamakan pemahaman dan langkah bersama terkait pelaksanaan program di lapangan.
Dalam pemaparan, ditegaskan bahwa seluruh kegiatan KMP harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi penuh, mengacu pada regulasi Kementerian Keuangan serta standar audit BPK dan BPKP. Hal ini untuk memastikan setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administrasi, sekaligus menjaga kredibilitas program di mata pemangku kepentingan.
Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan isi buku juklak KMP oleh Koordinator Komponen A dan penjelasan mengenai mekanisme penggunaan anggaran. Setelah itu, diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Salah satunya yaitu bahwa setiap unit kerja wajib membawa minimal satu teknologi untuk didampingi hingga diadopsi petani, dengan bukti layanan yang dapat berupa konsultasi, detasir, atau laboratorium.
Target tahun 2025 menekankan setidaknya 30 persen penerima layanan mengadopsi teknologi, dengan pembagian tugas antar unit kerja dilakukan secara koordinatif. Pemanfaatan fasilitas laboratorium juga dapat dihitung sebagai capaian, sementara dukungan administrasi PIU daerah perlu disesuaikan karena masing-masing memiliki tugas pokok tersendiri.
Dalam diskusi juga menegaskan bahwa beragamnya jenis layanan KMP memberi fleksibilitas bagi unit kerja untuk memilih strategi paling tepat dalam mencapai target, dengan catatan teknologi yang dibawa harus benar-benar sesuai kebutuhan riil petani. Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh peserta, dimana dengan sosialisasi ini akan menjadi langkah awal yang penting untuk menyamakan persepsi dan menyusun strategi bersama dalam pelaksanaan KMP di lapangan.
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa Klinik Modernisasi Pertanian merupakan layanan strategis yang dapat berjalan optimal melalui koordinasi yang kuat antara penyuluh, unit kerja, dan mitra lapangan. Program ini diharapkan menjadi penggerak utama transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.